Senin, 07 November 2011

Makalah Manfaat Senam Bagi Lansia

MAKALAH

 

MANFAAT SENAM BAGI LANSIA

                   





KATA PENGANTAR


Puji syukur kita panjatkan pada kehadirat allah SWT. Karena atas berkat dan rahmat-Nya, serta tuntunan dan bimbingan-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini meskipun sanagat sederhana dalam penulisan makalah ini disusun  untuk memenuhi tugas mata kuliah yang ditugaskan kepada penulis mengenai “Manfaat Olahraga Bagi Lansia”, penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu penulis mengharapkan sumbangan pikiran berupa kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penulisan proposal dimasa yang akan datang.
Akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pentunjuk dan bimbingan-Nya dan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini penulis mengucapkan terimakasih.


                                                                                    Metro, Juli 2011


                                                                                    Penulis







DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
KATA PENGANTAR............................................................................................. ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang................................................................................... 1
B.    Rumusan Masalah........................................................................... 2
C.    Tujuan Masalah................................................................................. 3
D.    Manfaat Penelitian............................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Senam Osteoporosis........................................................................ 4
B.    Senam Untuk Asma......................................................................... 6
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................................ 8
B.    Saran................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Dalam upaya untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan timbulnya penyakit yang di derita oleh para Lansia seperti penyakit rematik, Asma dan pentingnya perawatan yang tepat untuk mengatasinya.
Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya serta dapat diderita oleh setiap orang, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan.  Dalam tingkat yang parah, rematik bahkan dapat menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan, dan penurunan kualitas hidup. Saat ini jumlah penderita rematik di dunia sekitar 1%, angka yang terlihat cukup kecil namun terus meningkat, khususnya pada jenis kelamin perempuan.  Sedangkan Asma merupakan gangguan penyakit bagian pernafasan yang sering dialami oleh para Lansia.
Sampai saat ini, penyakit rematik yang sering dijumpai di masyarakat adalah osteoarthritis yang sering timbul pada kelompok lansia. Dan kelompok lansia ini sangat rentan akan efek samping dari obat yang dikonsumsinya.
Secara umum, gerakan-gerakan senam rematik dan Asma dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan gerak, fungsi, kekuatan, dan daya tahan otot, kapasitas aerobik, keseimbangan, biomekanik sendi, dan rasa posisi sendi. “Untuk mencapai hasil yang maksimal, senam rematik dan asma baiknya dilakukan tiga hingga lima kali dalam seminggu, namun harus dipastikan bahwa dalam melakukan senam rematik ini, penderita harus berada dalam pengawasan dokter agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas dr. Siti Annisa Nuhoni SpRM.
Dengan kombinasi pengobatan dan senam yang tepat, diharapkan radang persendian dan rasa sakit akibat penyakit rematik serta asham dapat berkurang serta penderita dapat menjalani aktivitasnya sehari-hari yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Lebih dari itu, dengan pengetahuan dan kesadaran yang mendalam mengenai penyakit rematik, diharapkan masyarakat dapat lebih cepat dalam bertindak mengatasi penyakit ini sehingga prevalensi penyakit rematik di Indonesia dapat berkurang.
B. Rumusan Masalah
Olahraga menyehatkan! Inilah ungkapan masyarakat. Masyarakat meyakini benar manfaat olahraga bagi kesehatan. Tetapi bagaimana olahraga dapat menyehatkan dan berapa berat orang harus melakukan olahraga untuk menjadi lebih sehat? Inilah masalah yang perlu diperjelas bagaimana tata-hubungan antara olahraga dengan kesehatan, bagaimana cara melakukan olahraga untuk kesehatan dan berapa berat olahraga harus dilakukan untuk para lansia agar menjadi lebih sehat. Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, kondisi ini perlu diantisipasi agar para usia lanjut ini tetap sehat, sejahtera dan mandiri, sehingga tidak menjadi beban berat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.


C. Tujuan
1.        Mengetahui manfaat dan mudarat dari Senam bagi Lansia.
2.        Mengetahui pentingnya Senam bagi Lansia
3.        Olahraga sangat penting bagi kesehatan para Lansia
D.   Manfaat
1.    Manfaat olahraga jauh lebih banyak manfaatnya dari pada mudaratnya.
2.    Menambah pengalaman dalam membuat makalah.
3.    Memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.


BAB II
PEMBAHASAN


Banyak orang tidak menyadari kalau osteoporosis atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas. Sering kali osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah. Contoh kasus seorang terpeleset ringan, ternyata mengalami patah tulang di tulang pangkal paha atau di pergelanganan tangan.Tidak heran, banyak ahli mengatakan untuk menghindari osteoporosis tidak bisa dilakukan sekali saja, tetapi harus melalui proses yang dimulai dari pencegahan sejak dini. Karena patah tulang yang dialami seseorang saat ini, sebetulnya tidak lepas dari kebiasaan masa lalu. Misalnya, kurang mengkonsumsi kalsium, jarang berolahraga, tidak mengkonsumsi gizi seimbang, dan mengisi kegiatannya dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan lain sebagainya. Pola makan dan hidup seperti itu bisa mendorong terjadinya osteoporosis.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan osteoporosis? Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah.
Kendati osteoporosis dikenal sebagai penyakit silent killer, tidak berarti kedatangannya tidak bisa diantisipasi. Osteoporosis sebenarnya bisa dicegah, tetapi dengan beberapa persyaratan. Untuk mencegah osteoporosis, maka kebiasaan merokok, minum kopi, alkohol dan soft drink harus dikurangi. Sebaliknya harus membiasakan mengkonsumsi makanan mengandung kalsium tinggi seperti teri, udang rebon, kacang-kacangan, tempe atau minum susu. Kenapa harus mengonsumsi kalsium? Karena kalsium merupakan elemen mineral yang paling banyak dibutuhkan untuk kesehatan tulang.
Tetapi, yang perlu diingat dalam mencegah osteoporosis, gizi saja tanpa dibarengi oleh latihan fisik ternyata tidak cukup. Untuk itu ada senam osteoporosis untuk mencegah dan mengobati terjadinya pengeroposan tulang. Daerah yang rawan osteoporosis adalah area tulang punggung, pangkal paha dan pergelangan tangan.
Prinsip latihan fisik untuk kesehatan tulang adalah latihan pembebanan, gerakan dinamis dan ritmis, serta latihan daya tahan (endurans) dalam bentuk aerobic low impact. Semua jenis latihan ini telah dikemas dalam bentuk Senam Pencegahan Osteoporosis dan Senam Terapi Osteoporosis. Bentuk kedua jenis senam ini berbeda, karena diperuntukkan bagi kelompok yang berbeda pula, dengan sangat memperhatikan faktor manfaat dan keamanan bagi para pesertanya. Selain manfaat kesehatan tulang, para peserta pasti akan merasa lebih segar dan bugar. Senam ini dikhususkan bagi para peserta usia dewasa dan lanjut usia baik pria maupun wanita.



B.   SENAM UNTUK ASMA

Senam asma merupakan salah satu pilihan olah raga yang tepat bagi penderita asma. Karena Senam asma bermanfaat untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan juga meningkatkan kemampuan benapas.
Selain senam asma, masih ada beberapa pilihan olahraga lain, di antaranya berenang dan jalan santai (jogging). Namun perlu diperhatikan pula faktor pemicu asma anda, jika asma muncul karena udara dingin, hindari berenang di kolam dengan suhu rendah atau melakukan jogging di pegunungan.
a.    Manfaat dan Tujuan Senam Asma
Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.
Senam asma bertujuan untuk:
1.    Melatih cara bernafas yang benar.
2.    Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
3.    Melatih ekspektorasi yang efektif.
4.    Meningkatkan sirkulasi.
5.    Mempercepat asma yang terkontrol.
6.    Mempertahankan asma yang terkontrol.
7.    Kualitas hidup lebih baik.
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.
b.    Rangkaian dan Frekwensi Senam Asma
Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernafasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernafasan dan ekspektorasi.
Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.


BAB III
PENUTUP


A.   Kesimpulan
Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan timbulnya penyakit yang di derita oleh para Lansia seperti penyakit rematik, Asma dan pentingnya perawatan yang tepat untuk mengatasinya.
Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya serta dapat diderita oleh setiap orang, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan.  Sedangkan Asma merupakan gangguan penyakit bagian pernafasan yang sering dialami oleh para Lansia.

B.   Saran
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.




0 komentar:

Poskan Komentar

 
Templated By : Maskolis
Redesigned And Developed By : Kurniawan Adalah Newbie
Copyright © 2012. CahyaCyber - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger